Pantai biru “anak-anak Dewi Kunti”

Bus yang kami tumpangi terasa naik turun menyusuri perbukitan. Tidak lama kami melalui pintu gerbang, tampak pemandangan pantai luas dengan airnya yang biru seakan berteriak memanggil rombongan kami untuk menikmati airnya. Yahh, itu lah Pantai Pandawa, pantai yang diberi nama dari nama anak-anak Dewi Kunti yang lima orang itu memang tergolong pantai yang baru dibuka untuk umum. Sebelumnya akses hanya dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan roda dua.

Terletak di Desa Adat Kutuh, Kuta Selatan , Kabupaten Badung, pantai yang posisinya paling selatan Pulau Bali ini menjadi pantai yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Kondisinya yang masih bersih, belum banyak pengunjung membuatnya pantai terbersih saat ini di Pulau Bali.

Saat memasuki gerbang akhir menuju bibir pantai, pada turunan yang terakhir kita akan disuguhi sekumpulan goa buatan yang didalamnya terdapat patung-patung yang menjadi dasar nama dari pantai itu. Mulai dari tikus tunggangan pandawa, Dewi Kunti, dan kelima anak-anaknya, dari Yudistira hingga Nakula – Sadewa, si kembar itu.

Berjalan menyusuri Pantai Pandawa sungguh mengasyikkan, pasirnya yang putih kecoklatan, bersih membuat kaki kita terasa nyaman berjalan diatasnya, belum lagi sensasi tenggelamnya kaki kita hingga semata kaki saat menginjaknya karena pasirnya benar-benar lembut dengan bentuk bulir-bulir kecil.

Menyusuri pantai dari sisi barat hingga ketimur kita akan disuguhi pemandangan kelompok petani rumput laut yang sesekali rumput laut tersebut bisa kita jumpai dari sisa deburan ombak-ombak kecil yang menghanyutkan rumput laut yang lepas dari ikatannya ke darat. Sangat cocok untuk anak-anak kecil, karena deburan ombak dipantai itu tidak terlalu tinggi, dan tidak ada seorang peselancarpun yang saya lihat bermain papannya di pantai pandawa, memang kurang cocok ukuran ombaknya, berbeda dengan Pantai Kuta yang sudah terkenal dengan ombaknya tersebut, walaupun untuk ukuran peselancar profesional ombak pantai kuta kurang menantang.

Bagi yang hobi mengkoleksi batuan karang, tidak ada salahnya untuk berburu serpihan karang di pantai pandawa, untuk saat ini belum ada larangan membawanya pulang, mungkin kalau mencongkel atau mengebom pasti gak akan bisa pulang kita dari Bali. :). Warna dari serpihan karang di pantai pandawa sangat bervariasi, ada coklat, biru, putih gading, bahkan merah, cocok untuk mempercantik akuarium dirumah 🙂

Mengenai makanan dan minuman, seperti biasa di tempat wisata di Indonesia, harganya jangan berharap sama dengan tempat biasa atau bahkan lebih murah. Sebagai gambaran, untuk kelapa muda satu butir di pantai pandawa harganya Rp 20,000. 🙂

Belum ada banyak permainan di pantai pandawa, hanya bermain-main ombak kecil, atau bagi yang niat bermain basahan, bisa mengikuti permainan dayung perahu dengan ditemani life guard yang cukup terampil mengarahkan kita mengikuti sensasi deburan ombak dipantai. Satu yang jangan lupa, pakailah cream sunblock sebelum turun kepantai, karena jika cuaca cerah, matahari akan sangat terasa terik di pantai pandawa.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s