Muliakan Islam Melalui Parkir Mobil

“Harap bapak/ibu yang memarkir mobilnya pararel di pinggir jalan hingga berlapis tiga agar segera memindahkan ketempat yang lain, hanya parkir pararel satu lapis yang kita izinkan, kalau sudah tiga itu sudah sangat mengganggu pengguna jalan yang lain, dholim namanya ”

Demikian kira-kira suara tegas dan jelas yang keluar dari speaker masjid tempat dilaksanakannya sebuah Tabligh Akbar yang dihadiri oleh ribuan jamaah tersebut.

” Bagi siapa saja yang tidak memindahkan mobilnya, harap setelah acara berakhir, silahkan mengambil mobilnya di Dinas Perhubungan atau Polsek, karena mobilnya akan kami derek”

Lebih tegas lagi, Pak Kapoltabes, yang juga panitia Tabligh Akbar kembali menekankan pengumumannya.

Demikianlah yang sering terjadi memang dilingkungan kita, atau bahkan  kita sendiri juga pelakunya.Sering kita, alih-alih menuntut ilmu, beribadah, namun justru kita lakukan dengan mendholimi saudara kita yang lain. Seperti halnya dengan kisah yang saya paparkan diatas. Alih-alih mengikuti kajian untuk mempersholeh diri, namun dilakukan dengan cara yang tidak patut, mendholimi saudaranya, mengganggu lalu lintas pengguna jalan yang lain, yang mungkin karena macet keperluannya menjadi tertunda, belum lagi jika ada mobil ambulance yang menganggut pasien yang dalam keadaaan kritis ? Benar-benar mengharap besar orang lain memaklumi

Saya jadi teringat sebuah nasihat yang kira-kira berbunyi, untuk membuat orang lain tahu anda islam, tidak perlu anda berteriak, berkoar-koar mengatakan anda islam, namun berbuatlah, berakhlaklah layaknya bagaimana orang islam itu bertindak-tanduk, bukan hanya berkata-kata, dengan demikian, perbuatan kita akan mengantarkan orang akan paham bahwa diri kita islam.

Sebenarnya ada banyak kasus yang sering kita lihat, karena berpikir orang lain akan selalu memakluminya. Diantaranya, suatu ketika ada seorang yang memarkir mobilnya melintang, menghalangi jalan keluar peserta kajian yang lain. Qodarulloh, orang yang mobilnya terhalang itu ada keadaan darurat dan harus meninggalkan kajian, Sang Ustadz yang sedang memberikan ceramah pun terpaksa menghentikan ceramahnya dan ikut menasehati peserta kajian agar tidak berbuat dholim seperti itu.

Banyak lagi mungkin hal-hal dholim, yang tidak kita sadari sering kita lakukan, karena alih-alih “saya kan cari ilmu”, “saya kan beribadah”, “orang lain pasti maklum”. Untuk itu, yuk, mari kita tunjukkan bagaimana akhlak seorang yang memluk islam. Dan memang, terkadang, tidak perlu dengan teriak, berkoar-koar, lantas kita yakin membuat orang paham bahwa kita orang islam. Bisa jadi dengan cara parkir mobil yang baik dan sesuai arahan petugas, menjadikan kita memuliakan islam, orang mengetahui kita islam, orang mau mengenal islam, dan bisa jadi juga, mereka memeluk Islam yang Rahmat Bagi Seluruh Alam ini….

Wallohu a’lam

Advertisements
This entry was posted in Fenomena, Kisah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s