Tiga Kesalahan Yang Sering Muncul dalam Penelitian Akuntansi Manajemen

Topik penelitian dibidang akuntansi memang sangat banyak, mulai dari akuntansi keuangan, dan saudara mudanya, akuntansi manajemen, perpajakan hingga auditing dan komputerisasi akuntansi. Satu topik yang cukup mencuri perhatian saya akhir-akhir ini adalah topik bidang akuntansi manajemen.

Dalam tulisan saya kali ini fokus membahas 3 kesalahan yang sering muncul baik itu dibeberapa proposal penelitian yang saya review, jurnal dan penelitian yang saya baca atau bahkan beberapa buku terbitan nasional.

Akuntansi Differensial

Kesalahan yang sering saya dapati yang pertama adalah topik khusus akuntansi differensial. Akuntansi differensial memiliki konsep dasar bahwa akuntansi ini dapat diterapkan jika perusahaan atau objek akuntansi/penelitian memiliki lebih dari satu alternatif pilihan. Artinya jika perusahaan dalam pengambilan keputusannya tidak memiliki lebih dari satu alternatif penelitian, maka tidak dapat diterapkan akuntansi differensial. Beberapa mahasiswa, masih ngotot akan menerapkan akuntansi differensial pada objek penelitiannya sedangkan perusahaan sendiri tidak ada alternatif lain dalam mengambil sebuah keputusan yang dimaksud.

Salah satu contohnya ada seorang mahasiswa meneliti salah satu pabrik kopi terbesar di Pekanbaru. Beliau mencoba memasukkan alternatif untuk menambah pendapatan perusahaan dengan memproduksi sesuatu yang lain dari yang biasa diproduksi. Setelah beberapa kali saya review ternyata seluruh sumberdaya yang dimiliki perusahaan memang tidak menunjukkan adanya alternatif tersebut dapat dilakukan, sehingga hal ini bukan sebuah alternatif. Sebagai reviewer, saya menyarankan untuk menggali lebih dalam informasi mengenai alternatif yang dimaksud. Setelah sekian lama, berbulan-bulan, beliau tidak lagi konsultasi, besar kemungkinan memang tidak ada alternatif lain, artinya akuntansi diferensial tidak dapat diterapkan dalam penelitiannya.

Kesalahan kedua yang sering saya dapati masih terkait dengan akuntansi diferensial. Kali ini terkait dengan timing, dimensi waktunya.

Secara konsep mendasar, akuntansi diferensial diterapkan untuk membantu memberi kepastian secara terukur suatu pilihan alternatif terbaik yang akan dipilih perusahaan. Kenyataannya, banyak penelitian yang meneliti akuntansi diferensial pada saat perusahaan sudah mengambil suatu keputusan dari berbagai alternatif keputusan yang ada. Hal ini berarti, manfaat mendasar akuntansi diferensial sudah tidak berfungsi lagi. Dengan kata lain, timing penelitian sudah tidak tepat lagi.

Activity Based Costing

Penelitian dengan tema Activity Based Costing (ABC) adalah penelitian yang njlimet, detil dan butuh ketelitian yang tinggi. Hal ini karena peneliti dituntut untuk dengan cermat mendata setiap aktifitas dan alokasi biaya yang digunakan untuk membiayai aktifitas tersebut.

Sejatinya konsep ABC muncul seiring dengan semakin tingginya komponen biaya produksi pada bagian Biaya Overhead. Biaya produksi sendiri terdiri dari tiga komponen besar :

  1. Biaya bahan baku
  2. Biaya tenaga kerja langsung
  3. Biaya overhead

Untuk biaya yang kedua dan ketiga, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead, besar nilainya bersifat substitusi. Artinya, jika biaya tenaga kerja tinggi, biaya overhead akan turun, demikian sebaliknya.

Contohnya, misalkan sebuah peternakan sapi, yang memperkerjakan 25 orang karyawan untuk memerah susu sapi yang jumlahnya 100 ekor. Masing-masing memiliki tanggungjawab untuk memerah 4 ekor sapi dalam sehari. Dengan kondisi seperti ini, komponen biaya pemerahan susu sapi lebih akan tinggi pada komponen biaya tenaga kerja langsung, sedangkan biaya overhead akan rendah, mungkin hanya sarung tangan karet dan ember.

Bandingkan dengan peternakan yang menggunakan mesin pemerah susu yang dijalankan secara komputerisasi. 1 orang karyawan dapat menjalankan mesin pemerah yang dapat sekaligus memerah susu dari 25 ekor sehari. Sehingga hanya butuh mempekerjakan 4 orang karyawan. Sehingga biaya tenaga kerja akan turun, sebaliknya, biaya overhead akan naik.

Dapat dipastikan penelitian tentang ABC akan sukses dan tepat diterapkan pada objek penelitian yang memiliki karakteristik biaya overhead yang tinggi, ketimbang biaya tenaga kerja. Kesalahan penerapan penelitian bertema ABC yang sering saya dapati adalah peneliti tetap ngoto menerapkan ABC pada objek penelitiannya meskipun komponen biaya overhead terhitung tidak signifikan.

Semoga kesalahan-kesalahan tersebut menjadi pelajaran buat kita semua. Selamat meneliti….

Advertisements
This entry was posted in Fenomena. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s