Kesamaan Mahasiswa Tugas Akhir dengan Seorang Marketing

Diakui atau tidak menjadi mahasiswa yang sedang mengerjakan Tugas Akhir memang susah-susah gampang. Banyak yang berpendapat kadang-kadang malah inti tugas akhirnya itu sebenarnya mudah, namun proses bimbingan dengan pembimbing itu yang kadang lebih ruwet ketimbang tugas akhirnya itu sendiri. Benar saja, karena dosen pembimbing itu juga manusia, mereka juga butuh dipahami :).

Kalau sudah begini, bener-bener terasa istilah, Kalau kuliah itu beda dengan sekolah, kuliah itu tidak cukup hanya mengandalkan pandai, tapi lebih dari itu, kuliah itu butuh pandai-pandai. Yah macam-macam, mulai dari pandai-pandai lihat situasi, pandai-pandai lihat kesempatan, pandai-pandai lihat kondisi dosen, dannnn…pandai-pandai lainnya lah.

Kali ini saya cukup mau membahas tentang pandai-pandai saat bimbingan tugas akhir, yang katanya bener-bener momok yang sangat mengerikan bagi mahasiswa. Kalau istilah saya sih, tugas akhir itu ibarat tembok, yahh tembok yang menghalangi perjalanan kita, kita sudah 3 tahun (D3), atau 4 tahun (D4/S1) berjalan disuatu jalan, ehhh ujung-ujungnya ada tembok yang menghalangi, mau mundur, rugi banget, mau diem aja yahh gak jalan-jalan, terpaksa, kita harus menjebol tembok tersebut. Tingkat intensitasnya macem-macem, ada yang pakai palu gada, sekali gempur jebol, ada yang pakai linggis, beberapa kali congkel baru jebol, bahkannn…adapula yang pakai sendok, korek-korek, sikit-sikit, biar lama, tembok itu jebol juga. πŸ˜€

Berpengalaman mengerjakan tugas akhir 3 kali sampai saat ini membuat sayang jika pengalaman saya tidak saya bagi kesemua pembaca. Mudah-mudahan juga menjadi amalan bagi saya dan semuanya.

Sampai saat ini saya sudah melewati mengerjakan tugas akhir 3 kali, yang pertama sewaktu menyelesaikan Diploma 1 saya dibidang Teknik Informatika, yang kedua diwaktu yang hampir bersamaan saya juga menyelesaikan S1 saya dibidang Akuntansi, dan yang ketiga sewaktu menyelesaikan Master Akuntansi.

Dari kesemua pengalaman tersebut, akhirnya saya mengambil kesimpulan, tidak ada bedanya rupanya seorang mahasiswa yang sedang tugas akhir dengan seorang marketing. Terutama saat menghadapi proses bimbingan dengan dosen pembimbing. Benar-benar harus berjiwa marketing kita. Mengapa demikian ?

Kita lihat sejenak prinsip dasar marketing. Yang pertama, marketing itu harus muka tembok, atau sebagian orang bilang muka badak. Alias tidak tahu malu, senyampang tidak malu-maluin. Jangan malu salah, jangan malu mencoba. Yang kedua, tidak ada dalam kamus seorang marketing itu kata gagal. Karena seorang marketing itu selalu mencoba, resikonya cuman dua, ditolak (coba lagi lain waktu) atau diterima. πŸ™‚

Berikut lima perilaku marketing (http://www.marketing.co.id/5-perilaku-yang-membuat-seorang-sales-sukses/) yang harus bisa kita contoh dan terapkan sebagai mahasiswa dalam bimbingan Tugas Akhir

  1. Berjiwa besar dan berani melawan kegagalan

Hati yang luas, jiwa yang besar, sifat pemaaf benar-benar harus kita miliki jika ingin tugas akhir kita sukses. Karena dosen pembimbing juga manusia yang sama dengan kita, mereka punya aktifitas, baik itu aktifitas akademik, pekerjaan, bahkan keluarga. Bahkan, mahasiswa bimbingannya pun bukan kita saja, banyak yang harus dilayani, bisa puluhan. Wajar saja jika kadang-kadang kita ditolak untuk bimbingan, maafkan, dan coba lagi. Jangan merasa penolakan yang hanya sekali atau beberapa kali itu sebuah kegagalan tugas akhir. Contoh yang pernah saya alami, saya mau bimbingan, kata dosen, saya persiapan mau berangkat haji, saat itu saya langsung mendoakan beliau, “semoga menjadi haji mabrur ya pak”. Sepulang haji, saya temui lagi, kata beliau, saya sedang flu nih pulang haji, kembali saya doakan ” semoga lekas sembuh ya pak”. Lain waktu ada juga, “maaf ini mau long weekend, saya mau liburan sama keluarga, jadi gak bisa bimbingan”, saya doakan, ” selamat liburan ya pak”. Tidak berhenti disitu, jangan merasa gagal. Walhasil, pada beberapa kesempatan percobaan yang tidak kuasa saya menghitungnya, akhirnya tugas akhir sayapun di ACC untuk sidang. Jebol dah temboknya.

2. Selalu jeli melihat pasar dan menciptakan sebuah peluang

Sama dengan marketing, mahasiswa tugas akhir harus jeli melihat pasar dan menciptakan. Pasar disini bisa kita terapkan pada, kondisi si dosen pembimbing, apakah cukup luang untuk menerima bimbingan. Ini bisa kita terapkan dengan melihat jadwal kuliah beliau dan aktifitas rutinnya. Dengan demikian kita bisa melihat waktu-waktu tambahan yang mungkin saja bisa kita manfaatkan menambah jumlah tatap muka bimbingan kita selain jadwal reguler bimbingan yang telah dijadwalkan kampus.

3. Biasakan diri Anda menjadi seorang pemenang

Kembali kerumus kedua seorang marketing, tidak mengenal kata gagal. Yang ada hanya ditolak, itupun bisa kita coba lagi lain waktu, atau diterima. Tentu resiko kedua yang mau kita dapat. Tapi jikapun kita selalu ditolak, coba terus, namanya juga manusia, ada satu titik dimana dia akan menerimanya. INGAT, jangan pernah merasa gagal tugas akhir hanya karena penolakan sekali, dua kali atau berkali-kali.

Pada prinsipnya, kegagalan kita menyelesaikan tugas akhir juga merupakan kegagalan dosen pembimbing. Tentunya dosen tersebut juga tidak ingin gagal bukan? Nahh coba terus, pasti suatu saat nanti anda akan mendapatkan perhatiannya, di ACC, dan tembok itupun jebol juga.

4. Perluas networking

Pernah dengar SKSD, aslinya sih ini istilah untuk sistem komunikasi satelit domestik, namun untuk pembahasan kali ini kita pakai SKSD untuk istilah, Sok Kenal Sok Dekat. Nahh ini perilaku marketing yang sangat layak untuk kita tiru. Mahasiswa tugas akhir itu memang harus memperluas jaringan, termasuk kalau jaringannya gak luas, coba-coba sok luas saja, yaitu, sok kenal sok dekat. Misalnya waktu bimbingan, “pak dapat salam dari bang a, kak b, katanya dia alumni sini juga”. Dijamin, suasana bimbingan juga akan lebih cair.

Syukur-syukur, kamu teman sekolah anaknya si dosen, ponakannya si dosen atau apapun lah. Bisa juga misalnya ternyata kita rekan bisnis istri si dosen tersebut, atau teman kursus anaknya. Atau aktif dikomunitas yang sama dengan sang dosen. Yang penting cari semua kemungkinan yang bisa menyambungkan pembicaraan dengan sang dosen. Berdasarkan pengalaman, pembicaraan diluar tema bimbingan tugas akhir ternyata juga membantu tugas akhir kita lebih cepat diterima, di ACC dan jebol deh temboknya.

5. Selalu melakukan evaluasi secara rutin

Evaluasi itu penting. Termasuk mengevaluasi, mengapa tidak ada perkembangan terhadap tugas akhir kita. Atau bahkan mungkin tidak ada perkembangan dalam jumlah bimbingan dengan dosen pembimbing. Evaluasi bersama teman-teman yang senasib, alias sama-sama nyangkut didosen yang sama akan jauh lebih menguatkan kita ketimbang berjalan sendiri. Evaluasi bersama paling tidak sebulan sekali untuk terus mengasah strategi yang tepat agar bisa diterima dengan baik oleh si dosen yang nyangkut tadi. Jangan pernah kehilangan MOMENTUM. Ketika teman-teman sibuk mengerjakan tugas akhir, risau dengan tugas akhirnya, kita santai. Kalau hal ini terjadi, ketika teman-teman tadi sudah mulai menemukan jalan akhir, tembok mereka mau jebol, kita baru memikirkan dan mengevaluasi perkembangan tugas akhir, ini yang bakalan membuat kita kehilangan momentum. Ketika teman pada wisuda, kita tertinggal sendiri, akhirnya malas mengerjakan sendiri, melangkahkan kaki ke kampus pun rasanya berat.

Jadi, banyak samanya kan antara mahasiswa tugas akhir dan seorang marketing, jangan mau kalah sama marketing yah… Kata orang, Tuhan bersama mahasiswa tingkat akhir. Selamat berjuang.

Advertisements
This entry was posted in Fenomena. Bookmark the permalink.

2 Responses to Kesamaan Mahasiswa Tugas Akhir dengan Seorang Marketing

  1. Semoga bisa menginspirasi mahasiswa yang sedang PA Pak πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s