Dua Variabel Penting Saat Meneliti BEP Multi Produk

Breakeven Point atau yang sering disebut orang BEP masih menjadi topik menarik dalam pembicaraan Ekonomi Manajerial. Baik itu pembicaraan di kelas-kelas perkuliahan, riset ataupun obrolan warung kopi.

Namun tidak banyak yang menyadari kesalahan-kesalahan yang sering muncul saat menganalisisnya, walhasil akan terjadi banyak perdebatan panjang yang tiada henti akibat tidak terpenuhinya variabel-variabel penting saat menghitungnya. Terlebih kasus ini sering terjadi pada kasus BEP untuk multi produk.

Kali ini saya khusus mau berbagi tentang dua variabel penting saat BEP untuk multiple produk dianalisis. Sesuai dengan namanya, multiple produk, artinya BEP yang biasanya digunakan untuk menghitung BEP suatu produk kali ini kita gunakan untuk menghitung BEP suatu usaha yang memiliki lebih dari satu produk, minimal dua.

Kesalahan utaman dari menghitung BEP untuk multiple produk adalah justru pada titik awalnya, yakni si analis, peneliti, ataupun apapun gagal mendeteksi apakah produk yang hendak dianalisis benar-benar multiple produk. Karena konsep BEP diukur dengan jumlah unit dan satuan moneter, banyak yang beranggapan asal beda produk, sudah dianggap multiple produk. Contoh yang pernah saya temui :

Suatu perusahaan bakery di Riau memiliki produk lebih dari satu, yang katanya multiple produk. Produk itu ialah : roti isi kacang, roti isi coklat, roti isi keju, roti isi nanas, roti isi kelapa. Harga sama, dan biaya sama. Begitu data menunjukkan (sepertinya tidak ada beda, bahkan untuk isi keju atau kelapa, sama saja ? 🙂 )

Setelah lebih jauh di teliti, ternyata akibat tidak adanya perbedaan harga dan struktur biaya, walhasil, BEP untuk setiap produk, sama jumlahnya. Dengan kata lain, tidak perlu kita repot-repot menghitung BEP sebagai multiple produk, mencari WACM (Weighted Average Contribution Margin), hanya untuk menghitung BEP yang ujung-ujungnya setiap produk memiliki nilai BEP yang sama.

Untuk itu, ada dua variabel penting yang harus kita perhatikan, agar syarat “benar-benar” multiple produknya terpenuhi.

Yang pertama, Variabel Harga. Nilai harga yang sama, tidak serta merta membuat produk yang berbeda, seolah-olah dia multiple produk yang harus dihitung dengan rumus yang agak rumit tersebut. Dikatakan produk-produk itu masuk dalam kategori multiple produk jika dan hanya jika produk-produk tersebut memiliki struktur harga yang berbeda.

Yang Kedua, Variabel Biaya Variabel. Sama dengan variabel harga, Nilai biaya variabel yang sama, tidak membuat produk-produk yang berbeda tersebut langsung dikategorikan proses perhitungannya sebagai multiple produk. Produk-produk tersebut dapat dikatakan dan diproses perhitungannya sebagai multiple produk jika masing-masing produk memiliki struktur nilai biaya variabel yang berbeda.

Kedua variabel diatas harus berbeda. Jika tidak berbeda atau berbeda namun tidak cukup signifikan, dipastikan, BEP per produk akan sama. Hal ini tidak ubahnya kalo kita menghitungnya dengan rumus BEP untuk single produk bukan ? Kalau ada yang sederhana, kenapa mencari yang rumit.

Advertisements
This entry was posted in Fenomena. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s